Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 191,18 poin, atau sekitar 2,7 persen, pada Senin (28/9/2026), menjadi 6.889,74.
Volume perdagangan tipis hanya mencapai 216,2 juta saham senilai 21,8 triliun won atau sekitar US$15,9 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 608 berbanding 249.
Angka indeks mengalami penurunan tajam dipicu aksi ambil untung yang dilakukan para investor yang memanfaatkan lonjakan saham sektor teknologi pekan sebelumnya
“Tanda-tanda membaiknya hubungan Amerika Serikat-Tiongkok dan AS-Iran memberi sentimen positif, namun lonjakan imbal hasil obligasi AS membuat indeks Kospi melemah,” jelas Lee Kyoung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 3,2 triliun won dan 1 triliun won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 2,6 triliun won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing terjun 5,43 persen dan 5,05 persen. Saham SK Square yang merupakan perusahaan induk SK Hynix anjlok 7,56 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 7,6 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.365,1 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,95 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 14,7 poin, atau sekitar 0,17 persen, menjadi 8.679,7. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Filipina, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam melemah, sedangkan Bursa Singapura menguat.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, merosot 64,75 poin, atau sekitar 1,67 persen, menjadi 3.823,62. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 132,42 poin, atau sekitar 0,54 persen, menjadi 24.642,51.