ANALIS MARKET (28/9/2026): IHSG Diperkirakan Masih Bergerak dalam Tekanan

Ria | Senin, 28 September 2026 - 08:56

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (25/9), IHSG ditutup melemah 56,72 poin (-0,90%) ke level 6.241,89.

Pelemahan terjadi karena investor masih berhati-hati terhadap kondisi global.

Kenaikan yield Treasury AS dan penguatan dolar AS mendorong investor mengurangi aset berisiko di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Tekanan semakin kuat karena rupiah melemah dan ketidakpastian terkait hubungan dagang AS–China serta konflik Timur Tengah masih berlanjut.

Dari dalam negeri, investor juga mencermati penerapan perubahan batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1 yang mulai berlaku pada 28 September 2026.

Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, tercermin dari DJIA (+0,93%), S&P 500 (+0,51%), & Nasdaq (+0,48%).

Penguatan terutama didorong oleh penurunan harga minyak, yang meredakan kekhawatiran terhadap inflasi dan membuat yield Treasury 10 tahun sedikit turun.

Sentimen positif juga datang dari saham teknologi dan AI, terutama setelah kabar kesepakatan antara Akamai dan Anthropic yang meningkatkan optimisme terhadap perkembangan industri AI.

Selain itu, harapan adanya kemajuan pembicaraan AS–Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz serta berlanjutnya gencatan perdagangan AS–China turut meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.

“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam tekanan dengan kecenderungan bearish, seiring investor terus mencermati perkembangan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak, penerapan batas minimum Rp1 saham domestik, serta nilai tukar rupiah,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (28/9).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) analisa market FAC Sekuritas